Orang yang Pandai Persoalan Dunia Tapi Bodoh terhadap Urusan Akhirat

Barusan saya mencari takhrij hadits (di maktabah syamilah dan situs dorar.net) yang cukup penting untuk diketahui oleh kita.
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ السُّلَمِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إنَّ اللَّهَ يُبغِضُ كلَّ جَعظريٍّ جوَّاظٍ صخَّابٍ في الأسواقِ جيفةٍ باللَّيلِ حِمارٍ بالنَّهارِ عالِمٍ بأمر الدُّنيا جاهلٍ بأمرالآخرةِ
Telah mengkhabarkan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Hasan berkata: Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yusuf As Sulami berkata: Telah mengkhabarkan kepada kami Abdur Razzaq berkata Telah mengkhabarkan kepada kami Abdullah bin Said bin Abi Hind dari Ayahnya dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang perilakunya kasar, sombong, tukang makan dan minum serta suka berteriak di pasar. Ia seperti bangkai di malam hari dan keledai di siang hari. Dia hanya tahu/pandai terhadap persoalan dunia tapi bodoh/buta terhadap urusan akhirat.
Hadits di atas diriwayatkan oleh. Al-Baihaqi dalam as-Sunanul Kubra, (X/194) No.21325, Ibnu hibban dalam Shahih-nya No.72
Takhrij Hadits:
1. Al Hafizh Al Mundziri dalam At Targhib wa Tarhib 1/304 mengatakan hadits ini shahih atau hasan

2. Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (hadits no. 195) dan dalam Shahihul Jami’ Ash Shagir no.1879 menilai hadits ini shahih. Namun ternyata Syaikh Al-Albani rujuk/meralat dari pendapatnya ini dan beliau mendhaifkan hadits di atas dalam Silsilah Adh-Dhaifah No. 2304.
3. Syaikh Muqbil Al Wadi’i dalam Ahadits Mu’illah No.413 mengatakan: Rijal (perawi-perawi) hadits di atas terpercaya , tapi Abu Hatim berkata: Said bin Abi Hind tidak bertemu dengan Abu Hurairah.

Setelah takhrij hadits, mari kita melihat Syarah/penjelasan Hadits:
Syaikh Al-Albani mengatakan:
قلت: وما أشد انطباق هذا الحديث – على ضعفه – على هؤلاء الكفار الذين لايهتمون لآخرتهم، مع علمهم بأمور دنياهم، كما قال تعالى فيهم: ” يعلمونظاهرا من الحياة الدنيا، وهم عن الآخرة هم غافلون “، ولبعض المسلمين نصيبكبير من هذا الوصف، الذين يقضون نهارهم في التجول في الأسواق والصياح فيها،ويضيعون عليهم الفرائض والصلوات، ” فويل للمصلين الذين هم عن صلاتهم ساهو ن. الذين هم يراؤن. ويمنعون الماعون “.
“Dan hadits ini sangat pas diterapkan (meskipun dhaif/lemah riwayatnya) kepada orang-orang yang kafir yang tidak memperdulikan urusan akhirat mereka padahal mereka pandai dalam perkara dunia. Sebagaimana Allah berfirman tentang mereka:
“Mereka mengetahui hal-hal yang zhahir dari kehidupan dunia, namun mereka lalai dari kehidupan akhirat”
Dan sebagian kaum muslimin memiliki sebagian besar sifat ini yaitu mereka yang menghabiskan siangnya untuk berjalan-jalan dan berteriak-teriak di pasar dan mereka menyia-nyiakan hal-hal yang wajib dan menyia-nyiakan shalat. “Maka celakalah orang-orang yang shalat. Yaitu mereka yang lalai dalam shalatnya. Mereka yang berbuat riya’ dan menahan (menolong dengan) barang berguna.
(Lihat Silsilah Dhaifah Jilid 5 hal.329)
Referensi:
— Maktabah Syamilah Versi 2
http://www.dorar.net

Muhammad Taufik
Bogor pada Ahad Sore, 22 September 2013

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: