Urgensi Pengembangan SDM

Manusia memiliki peran penting dalam pembangunan baik sebagai sarana/alat untuk hal tersebut atau sebagai tujuan akhir dari pembangunan itu sendiri. Pembangunan itu dicapai untuk manusia dan oleh manusia sehingga manusia merupakan agen yang aktif dalam pembangunan. Faktor-faktor yang lain merupakan agent yang pasif (Sadeq, 1991:106).

Tujuan dasar pembangunan adalah menciptakan suatu lingkungan bagi manusia agar dapat menikmati hidup yang lama, sehat, dan kreatif. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan harus selalu disusun atas dasar pencapaian tersebut (UNDP, 2010:24). Untuk negara-negara yang sedang berkembang, dimana terdapat labour surplus economy, modal pembangunan tidak dapat digantungkan hanya pada tersedianya dana investasi. Pembangunan yang demikian itu, di samping akan terlalu mahal juga akan mengalami hambatan-hambatan apabila pada suatu waktu sumber investasi menjadi sangat terbatas baik yang berasal dari pemerintah atau masyarakat (Syafei, 1987:7-8).

Keberhasilan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang cepat di negara negara Asia Timur yang miskin modal/sumberdaya alam, namun kaya akan modal/sumberdaya manusia, menunjukkan bahwa peranan modal manusia dalam keseluruhan pembangunan ekonomi di negara-negara Asia Timur memiliki kedudukan yang strategis. Keunggulan dalam sumberdaya manusia dicapai melalui investasi yang terus meningkat di bidang pendidikan yang memungkinkan terjadinya akumulasi pengetahuan, keterampilan dan keahlian yang terus-menerus dan semakin membesar yang terkandung dalam tenaga kerja dan masyarakatnya (Abbas, 2010:3-4).

Sungguh merupakan tonggak dasar bagi umat Islam, jika mereka memiliki ekonomi yang kuat yang merealisasikan kecukupannya, menjaga kemandiriannya, dan membantu dalam melaksanakan risalahnya. Tanpa demikian umat Islam tidak akan stabil kondisinya dan mapan posisinya. Dalam sejarah terdapat banyak pelajaran. Jika kita membuka lembaran-lembarannya untuk melihat sejarah umat Islam niscaya kita akan mengetahui bahwa umat Islam ketika menempuh-dalam permulaan sejarahnya- metodologi Islam dalam segala aspek kehidupannya, maka mereka hidup dalam kejayaan, kecemerlangan, dan mampu merealisasikan banyak kemajuan dan penemuan (Al-Haritsi, 2008:1). Benarlah Ulama Salaf berkata: “Tidaklah baik suatu kaum kecuali dengan apa yang membuat baik kaum sebelumnya”.

Semoga bermanfaat.

Muhammad Taufik Sentul, 24 Shafar 1433 H

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: